Robert J. Kardinal: Alasan Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional Gara-gara Papua

- Senin, 10 November 2025 | 09:25 WIB
Robert J. Kardinal: Alasan Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional Gara-gara Papua

Robert J. Kardinal: Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional Berkat Peran Besar di Papua

Wacana pemberian gelar pahlawan nasional untuk Presiden kedua RI, Soeharto, terus menuai pro dan kontra. Namun, dari pihak yang mendukung, muncul suara dari tokoh Papua sendiri.

Robert J. Kardinal, Anggota DPR dari Fraksi Golkar asal Papua, secara tegas menyatakan bahwa Soeharto layak menyandang gelar pahlawan nasional. Menurutnya, kontribusi Soeharto bagi pembangunan di Papua sangat besar dan tidak terbantahkan.

Peran Kunci Soeharto dalam Pembebasan Irian Barat

Robert menegaskan bahwa jasa Soeharto dimulai bahkan sebelum ia menjadi presiden. Saat itu, Soeharto dipercaya oleh Presiden Soekarno untuk memimpin Komando Mandala Pembebasan Irian Barat berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1962.

Sebagai Panglima Mandala, Soeharto bertanggung jawab merancang dan melaksanakan Operasi Mandala, yang merupakan bagian penting dari pelaksanaan Tri Komando Rakyat (Trikora).

Strategi militer terencana dan koordinasi lintas matra yang dipimpin Soeharto dinilai berhasil meningkatkan tekanan terhadap Belanda. Kesuksesan operasi ini membuka jalan bagi diplomasi internasional, yang berpuncak pada penandatanganan Perjanjian New York pada 15 Agustus 1962.

Perjanjian inilah yang mengatur penyerahan Irian Barat (kini Papua) kepada Indonesia melalui PBB. Robert menekankan bahwa peran Soeharto dalam pembebasan Irian Barat adalah fakta sejarah yang krusial bagi penegakan kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Warisan Pembangunan Soeharto di Papua

Selain jasa militernya, Robert J. Kardinal juga menyoroti warisan (legacy) kepemimpinan Soeharto yang masih membekas di Papua hingga kini. Salah satu kebijakan monumental yang disebutkannya adalah program transmigrasi nasional pada era 1980-an.

Robert mengakui bahwa sebelum era Soeharto, sebagian besar wilayah Papua masih tertinggal dengan infrastruktur yang minim dan ketimpangan ekonomi yang mencolok. Program transmigrasi, baginya, bukan sekadar pemindahan penduduk, melainkan sebuah strategi besar untuk pemerataan pembangunan dan integrasi nasional dari Sabang hingga Merauke.

Melalui program ini, pemerintah membuka daerah-daerah baru untuk pemukiman dan berbagai kegiatan ekonomi produktif, yang turut menggerakkan pembangunan di Tanah Papua.

Berdasarkan dua kontribusi besar inilah—baik di masa perjuangan pembebasan maupun dalam pembangunan—Robert J. Kardinal menilai Soeharto pantas diangkat sebagai Pahlawan Nasional.

Foto: Anggota DPR Fraksi Golkar Robert J. Kardinal di makam Presiden ke-2 RI Soeharto. (Dokumentasi Pribadi)

Editor: Rizky Handoko

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar