Beberapa poin kunci yang diharapkan dari kesepakatan ini antara lain:
- Penundaan ancaman kontrol ekspor China atas logam tanah jarang.
- Pembatalan ancaman tarif 100 persen dari AS terhadap barang-barang China.
- Komitmen Beijing untuk melakukan pembelian substansial produk pertanian AS, yang akan sangat menguntungkan bagi petani kedelai Amerika.
Respon Positif dari Pasar Saham Asia
Optimisme dari hasil perundingan ini langsung berdampak positif pada pasar keuangan. Pasar saham Asia mengalami penguatan signifikan pada hari Senin. Indeks Nikkei 225 Jepang dan KOSPI Korea Selatan sama-sama mencetak rekor tertinggi dengan kenaikan masing-masing sekitar 2,1 persen dan 2,3 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong juga menguat dengan kenaikan sekitar 0,85 persen.
Latar Belakang Ketegangan Perdagangan
Ketegangan perdagangan antara dua raksasa ekonomi dunia ini telah memicu kekhawatiran global. Eskalasi terbaru terjadi ketika China mengumumkan aturan lisensi ekspor untuk magnet tanah jarang dan bahan semikonduktor tertentu, yang dijadwalkan berlaku pada 1 Desember. Kebijakan ini berpotensi mengganggu rantai pasokan global untuk produk teknologi tinggi, termasuk smartphone, mobil listrik, dan peralatan militer.
Sebagai respons, AS mengancam akan memberlakukan tarif 100 persen pada barang-barang China mulai 1 November. Para analis memandang langkah-langkah ini sebagai manuver strategis kedua negara untuk memperkuat posisi tawar mereka menjelang pertemuan puncak yang sangat dinantikan.
Artikel Terkait
Oknum Polisi Diperiksa Propam Usai Viral Tuding Penjual Es Gabus Pakai Spons
Alasan Ahok Mundur dari Pertamina: Beda Pandangan Politik dengan Jokowi Terungkap di Sidang
Eskalasi Iran-AS 2024: Jenderal AS Tiba di Israel, Iran Siap Serang Duluan
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi