Pada bulan Maret, Putin mendapat surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional atas kejahatan perang yang dilakukan di Ukraina, yang membuatnya sulit untuk bepergian ke luar negeri.
Melalui konferensi persnya, Putin mengklaim bahwa ia telah ditipu oleh negara-negara Barat mengenai perjanjian ekspor gandum melintasi Laut Hitam.
Ia menyatakan kembali posisi Rusia bahwa mereka hanya dapat kembali ke perjanjian tersebut jika Barat berhenti membatasi ekspor pertanian Rusia untuk mencapai pasar global.
“Seperti biasa, hal ini sering terjadi pada mitra-mitra Barat kami, mereka menipu kami lagi,” kata Putin.
“Dan mereka tidak melakukan seperti yang dijanjikan – lagi.”
Erdogan mengatakan Ukraina harus melunakkan posisi negosiasinya terhadap Rusia dalam pembicaraan mengenai menghidupkan kembali perjanjian tersebut dan mengekspor lebih banyak gandum ke Afrika daripada Eropa.
“Ukraina perlu memperlunak pendekatannya agar langkah bersama dengan Rusia bisa dilakukan,” katanya kepada wartawan.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, yang kemudian berbicara di televisi Ukraina, mengatakan Kyiv tidak akan mengubah pendiriannya.
Namun pihaknya akan memperhatikan pendapat Turki mengenai perundingan di Sochi.
“Kita tidak boleh terus menjadi sandera pemerasan Rusia, di mana Rusia menciptakan masalah dan kemudian mengajak semua orang untuk menyelesaikannya,” kata Kuleba.
“Jelas bahwa kami akan membela semua posisi prinsip, terutama mengenai tekanan sanksi terhadap Federasi Rusia.”
Sumber: tribunnews
Artikel Terkait
Anggaran Rp51 Triliun Rehabilitasi Bencana Sumatera: Realistis atau Potensi Korupsi?
Viral Gimah Minta Semeru Dipindah: Kisah Trauma di Balik Celoteh Lucu Warga Lumajang
Roy Suryo Cs Tagih Dasar Hukum Surat Penyetaraan Ijazah Gibran ke Kemendikdasmen
Timothy Ronald Dilaporkan Polisi: Modus Penipuan Sinyal Trading Kripto Manta Rugikan Korban Miliaran