Wan Bek menyoroti materi spesifik yang menyinggung soal kriteria pemimpin yang rajin beribadah, khususnya salat. Forum Ulama Nusantara menilai narasi yang dibangun Pandji telah melampaui batas kritik sosial dan masuk ke ranah merendahkan nilai agama.
"Bagi umat Islam, menjaga salat adalah bagian dari akhlak. Ketika hal tersebut ditertawakan di ruang publik dengan jangkauan luas, kami menilai ini bukan lagi kritik," sambungnya.
Harapan dan Penegasan Forum Ulama Nusantara
Wan Bek berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporan ini secara profesional. Ia memastikan forumnya menjunjung tinggi prinsip kerukunan dan tidak bermaksud menghakimi secara sepihak.
"Kami hanya meminta negara hadir dan hukum ditegakkan secara adil," tegasnya. Forum Ulama Nusantara juga menekankan bahwa kebebasan berekspresi tidak semestinya dilakukan dengan merendahkan simbol-simbol agama.
"Materi yang membahas tentang salat dan dijadikan humor tidak pantas dan meresahkan. Sehingga hal ini harus ditindak tegas," pungkas Wan Bek.
Artikel Terkait
Bahlil di Depan Prabowo: Demi Merah Putih, Nyawa Kami Berikan untuk Swasembada Energi
KPK Periksa Ketua Ekonomi PBNU, Ungkap Modus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut
Roy Suryo Protes Pelimpahan Berkas Kasus Ijazah Jokowi: Hak Tersangka Disebut Belum Dipenuhi
Luhut Pandjaitan Bantah Punya Saham Toba Pulp Lestari: Saya Jengkel, Mana Buktinya?