Mahfud MD Ungkap Indikasi Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh: Ada Mark-Up Hingga 3 Kali Lipat
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan adanya indikasi kuat tindak pidana korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh. Menurutnya, terjadi mark-up anggaran yang fantastis dalam pembiayaan proyek strategis nasional di era pemerintahan Joko Widodo tersebut.
Dugaan Mark-Up Anggaran Proyek Whoosh
Mahfud menyatakan bahwa biaya pembangunan kereta cepat Whoosh per kilometer di Indonesia mencapai 52 juta US dolar, sementara di China sendiri biayanya hanya 17-18 juta US dolar per kilometer. "Jadi naik tiga kali lipat. Ini yang menaikkan siapa? Uangnya ke mana?" tanya Mahfud dalam channel YouTube resminya.
Dugaan mark-up ini diperkuat oleh pernyataan pengamat kebijakan publik Agus Pambagio dan Anthony Budiawan yang mengkonfirmasi laporan yang sudah beredar sejak 5 tahun lalu.
Beban Utang yang Membengkak
Proyek Whoosh menimbulkan beban utang yang sangat besar mencapai Rp 116 triliun. Mahfud mengungkapkan bahwa bunga hutang saja mencapai Rp 2 triliun per tahun, sementara pendapatan dari tiket maksimal hanya Rp 1,5 triliun.
"Jadi setiap tahun utangnya bertambah, bunga berbunga terus, negara nomboki terus," papar Mahfud. Menurut perhitungannya, pembayaran utang proyek ini bisa berlangsung hingga 70-80 tahun ke depan.
Dukungan untuk Kebijakan Menkeu Purbaya
Mahfud mendukung penuh keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak membayar utang proyek Whoosh menggunakan APBN. Purbaya menegaskan tanggung jawab pembayaran berada di tangan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Artikel Terkait
Ahok di Sidang Korupsi Pertamina: Dorong Periksa Erick Thohir dan Jokowi untuk Ungkap Tuntas
Kritik Sejarawan JJ Rizal: Menteri Muda Era Revolusi vs Sekarang, Mana yang Lebih Matang?
KPK Minta Noel Ebenezer Buka Suara Soal Parpol K di Sidang, Bukan di Media
Menteri PU Dody Hanggodo Terbata-bata Dicecar DPR Soal Anggaran Bencana, Ini Kronologinya