"Karena pak Prabowo idenya bukan perubahan tapi continuity, mensustain paradigma pembangunan pak Jokowi, kalau di Anies, Anies tetap perubahan tetapi Cak Imin juga udah katakan bahwa oke dia akan teruskan bahkan semua proyek Jokowi," bebernya.
Sehingga pilihan Demokrat entah kembali ke Anies atau pergi ke Prabowo tidak ada dasarnya secara etis, bahkan pilihan lain kepada bakal capres PDIP Ganjar Pranowo pun tetap bermasalah.
"Jadi bagi Demokrat memilih diantara dua ini antara balik kepada Anies atau bergabung dengan Prabowo secara etis tidak ada dasarnya lagi sebetulnya," ujarnya dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Senin (18/9).
"Pilihan etis berikutnya juga bermasalah karena jelas-jelas yang tersedia adalah PDIP yang sebetulnya secara kimia justru lebih dekat-dekat dengan Jokowi," tandas Rocky.
Sumber: populis
Artikel Terkait
Kisah Gus Dur Diperiksa Polisi: Perbandingan Kritis dengan Kasus Ijazah Jokowi
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji: Fakta Kerugian Negara Rp1 Triliun & Klaim Tidak Makan Uang Jemaah
Oegroseno Tegaskan Polisi Tak Berwenang Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu
KPK Periksa Gus Aiz PBNU: Dugaan Aliran Dana Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun