Akses Jalan Utama di Kampung Sekumur Akhirnya Terbuka Setelah Terputus 10 Hari Pascabanjir Bandang

- Jumat, 13 Februari 2026 | 19:00 WIB
Akses Jalan Utama di Kampung Sekumur Akhirnya Terbuka Setelah Terputus 10 Hari Pascabanjir Bandang

GELORA.ME - Tim relawan Jhonlin Group berhasil memulihkan akses jalan utama di Kampung Sekumur, Aceh Tamiang, yang terputus total akibat banjir bandang pada 26 November lalu. Pemulihan akses yang dilakukan dengan alat berat ini mengakhiri isolasi wilayah tersebut, yang sebelumnya menghambat distribusi bantuan kemanusiaan kepada warga yang rumahnya rusak parah hingga hancur.

Kondisi Darurat Pasca-Banjir Bandang

Kampung Sekumur tercatat sebagai salah satu wilayah terdampak paling parah. Dari sekitar 276 rumah warga, hanya delapan unit yang tersisa dalam kondisi rusak berat, sementara sisanya hancur tersapu arus deras. Akses jalan yang vital tertimbun lumpur dan terhalang kayu gelondongan besar, membuat warga terkepung dan bantuan dari luar sulit masuk.

Keterisolasian ini berlangsung cukup lama. Kapten Rescue Jhonlin Group, Rahmatullah, mengungkapkan bahwa medan yang sulit dan jarak tempuh yang jauh dari pusat kabupaten menjadi kendala utama. Situasi itu makin rumit dengan adanya longsoran di beberapa ruas jalan, yang menyulitkan mobilisasi alat berat menuju lokasi terdampak.

"Sekitar 10 hari pascakejadian, masyarakat baru mulai menerima bantuan karena akses yang sangat terbatas," jelas Rahmatullah.

Ia menambahkan, setelah alat berat perlahan bisa masuk dan bekerja membuka jalan, proses distribusi bantuan menjadi jauh lebih mudah. Upaya terpadu dari tim rescue, operator, dan mekanik dilakukan untuk mempercepat pemulihan akses yang sangat dinantikan itu.

Upaya Penghijauan dan Pencegahan Jangka Panjang

Di balik upaya tanggap darurat, bencana ini menyisakan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Aktivitas penebangan kayu di hulu diduga menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak banjir bandang. Oleh karena itu, selain pemulihan infrastruktur, diperlukan komitmen bersama untuk melakukan reboisasi dan pengelolaan hutan yang lebih berkelanjutan guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

Respons Cepat Atas Permintaan Warga

Kehadiran tim relawan dengan alat beratnya berawal dari laporan kondisi darurat dari pemimpin setempat. Rahmatullah menuturkan, timnya segera bergerak setelah menerima informasi langsung dari Datok Penghulu Kampung Sekumur mengenai kondisi kampung yang nyaris terputus total dari dunia luar.

Datok Penghulu setempat, Sofian Iskandar, menggambarkan mengerikannya situasi saat banjir melanda. Ia menyebut banjir bandang datang disertai kayu gelondongan, dengan ketinggian air mencapai tujuh hingga sepuluh meter, yang langsung menyapu bersih jalan dan permukiman warga.

"Atas nama masyarakat Kampung Sekumur, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran alat berat Jhonlin Group. Alhamdulillah, sekarang jalan sudah terbuka dan kendaraan sudah bisa langsung masuk ke lokasi," tutur Sofian.

Terbukanya akses jalan ini bukan sekadar membuka jalur transportasi. Langkah ini menjadi pintu masuk bagi pemulihan yang lebih luas, mempercepat penyaluran bantuan lanjutan, dan memberi harapan bagi warga untuk membangun kembali kehidupan mereka pascabencana.

Editor: Daniel Purnama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar