Eggi Sudjana Sebut Pertemuan Jokowi Ibarat Musa dan Firaun: Analisis Polemik & Peluang Restorative Justice

- Rabu, 14 Januari 2026 | 12:00 WIB
Eggi Sudjana Sebut Pertemuan Jokowi Ibarat Musa dan Firaun: Analisis Polemik & Peluang Restorative Justice

Razman menilai ada kontradiksi antara tujuan silaturahmi dengan analogi yang digunakan Eggi. “Datang bersilaturahmi, tapi yang ditemui dianalogikan seperti Firaun dalam Surah Taha. Itu yang membuat saya bingung,” ujar Razman.

Razman juga menyampaikan pesan personal, meminta Eggi lebih fokus pada kesehatan dan tidak merasa sendirian. “Saya tidak rela abang harus masuk persidangan. Saya tahu hati abang tidak seperti itu,” ucap Razman.

Peluang Restorative Justice untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis

Di sisi lain, peluang penyelesaian melalui Restorative Justice (RJ) atau perdamaian untuk tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis terbuka lebar. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu, Ade Darmawan.

"Peradi Bersatu membuka peluang penerapan restorative justice (RJ) terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dalam perkara dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Joko Widodo," kata Ade.

Ade menegaskan, keputusan akhir RJ tidak bisa diambil sepihak dan harus berkoordinasi dengan Joko Widodo sebagai pelapor utama. “Kami menunggu konfirmasi dari Bapak Ir. Joko Widodo. Apakah beliau berkenan mengikuti proses perdamaian atau tidak,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa peluang RJ saat ini baru dibuka untuk dua orang tersebut. “RJ ini untuk dua orang saja. Yang dua saja,” tegas Ade.

Perkembangan Terkini: Berkas Tiga Tersangka Lain Sudah Dilimpahkan

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menyatakan bahwa berkas perkara untuk tiga tersangka lain—Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dokter Tifa—telah dilimpahkan ke kejaksaan.

Mengenai kemungkinan RJ, Iman mengatakan pihaknya mengakomodir hal itu jika terlapor dan pelapor sepakat. "Untuk RJ, kami mengakomodir hal itu, dan kami pegang sebagai proses penegakkan hukum," katanya.

Perbedaan pandangan antara Refly Harun dan Razman Nasution ini menambah dinamika polemik seputar pertemuan Eggi Sudjana dengan Jokowi, yang masih memicu perdebatan publik soal motif dan dampak politik di baliknya.

Halaman:

Komentar