Ambang Gugur di Amerika: Krisis Kesehatan, Utang & Sistem yang Mengikis Mimpi

- Senin, 05 Januari 2026 | 12:00 WIB
Ambang Gugur di Amerika: Krisis Kesehatan, Utang & Sistem yang Mengikis Mimpi

Pendidikan tinggi, yang dianggap sebagai tangga mobilitas, justru menjadi sumber risiko. Total pinjaman mahasiswa AS mencapai US$1,77 triliun pada 2024, dengan utang rata-rata per peminjam melebihi US$38.000. Bunga yang terakumulasi menjebak keluarga berpendapatan menengah-bawah dalam siklus utang jangka panjang.

Sistem Peradilan yang Memperkuat Kerentanan

Catatan kriminal menciptakan eksklusi jangka panjang dalam pekerjaan dan reintegrasi sosial. Ketidaksetaraan ekonomi juga terlihat dalam proses praperadilan: ketidakmampuan membayar uang jaminan dapat menyebabkan seseorang kehilangan pekerjaan dan dukungan keluarga sebelum dinyatakan bersalah, mengukuhkan kerentanan yang sudah ada.

Logika Kapital dan Budaya di Balik Ambang Gugur

Ambang gugur berfungsi sebagai mekanisme stabilisasi sistem melalui tiga cara:

  1. Individualisasi Kontradiksi: Narasi "kesetaraan kesempatan" mengubah kegagalan struktural menjadi tanggung jawab personal.
  2. Fragmentasi Kelompok Rentan: Pemisahan berdasarkan ras, wilayah, atau status mempersulit terbentuknya kesadaran kolektif.
  3. Finansialisasi Hak Dasar: Kesehatan, perumahan, dan pendidikan dijadikan komoditas, sehingga negara dapat menarik diri dari tanggung jawab perlindungan universal.

Dasar Budaya: Etika Protestan dan Sosial-Darwinisme

Fenomena ini diperkuat oleh arus budaya yang mendasarinya. Etika Protestan yang menekankan kerja keras cenderung menyalahkan individu atas kemiskinan. Sementara, sisa pemikiran Sosial-Darwinisme melihat tersingkirnya kelompok lemah sebagai konsekuensi alamiah. Kombinasi ini membentuk latar budaya yang legitimasi bagi sistem dengan jaring pengaman sosial yang minimal.

Kesimpulannya, ambang gugur di Amerika Serikat bukanlah kecelakaan, tetapi hasil dari desain kelembagaan, logika kapital, dan norma budaya yang berinteraksi. Ia menandai pergeseran menuju masyarakat di mana batas antara bertahan dan tersingkir menjadi semakin tipis dan berbahaya.

Halaman:

Komentar