Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga tengah mempelajari konstruksi hukum proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Investigasi proyek kereta cepat Whoosh ini dinilai membutuhkan kehati-hatian karena diduga melibatkan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah pejabat penting lainnya.
Menurut Koordinator Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98), Hasanuddin, penyelidikan dan pengusutan proyek KCJB ini tidak mudah. Hal ini disebabkan oleh keterlibatan entitas bisnis luar negeri dan adanya kontrak perjanjian yang mengikat.
Hasanuddin menekankan pentingnya sikap hati-hati dari KPK dalam mengusut proyek Whoosh, terlebih karena dugaan keterlibatan pejabat penting di masa itu. Nama-nama yang disebut antara lain Joko Widodo dan mantan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, serta pejabat di Kementerian Perhubungan dan BUMN.
Meski meyakini KPK tidak akan terpengaruh, Hasanuddin menyatakan bahwa laporan resmi dari masyarakat tetap diperlukan untuk memulai proses investigasi yang komprehensif terhadap proyek kereta cepat pertama di Indonesia ini.
Artikel Terkait
Oknum Polisi Diperiksa Propam Usai Viral Tuding Penjual Es Gabus Pakai Spons
Alasan Ahok Mundur dari Pertamina: Beda Pandangan Politik dengan Jokowi Terungkap di Sidang
Eskalasi Iran-AS 2024: Jenderal AS Tiba di Israel, Iran Siap Serang Duluan
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi