Namun, Conte menegaskan bahwa timnya tidak punya keinginan untuk menyerah. "Tapi, kami tidak punya keinginan untuk mati. Di antara tumpukan masalah ini, kami menunjukkan performa yang hebat," tegas pelatih asal Italia tersebut.
Sindiran Conte untuk Presiden Inter dan Insiden di Pinggir Lapangan
Emosi Conte memuncak ketika pertanyaan menjurus kepada Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, yang hadir mewakili pelatih Cristian Chivu. Conte juga menyinggung pertikaiannya dengan Lautaro Martinez di pinggir lapangan.
Menurut Conte, pernyataan Marotta yang secara terbuka membahas penyebab penalti Kevin De Bruyne dinilai tidak pada tempatnya dan melangkahi wewenang Chivu. Ia pun menyindir Inter yang dianggapnya mencari-cari alasan untuk kekalahan mereka.
"Inter mengirim Marotta dan direktur klub kapan pun mereka mau. Sebuah tim harus mengevaluasi dan menyadari mengapa mereka kalah. Melakukan hal ini berarti mereka hanya mencari alibi untuk pemain dan pelatihnya. Saya tidak akan mengizinkannya," sembur Conte.
Conte menutup dengan kritik tajam, "Marotta sekarang adalah presiden tetapi datang ke sesi ini tidaklah tepat apalagi membuat pernyataan seperti itu. Dengan segala hormat, biarkan hal-hal ini dibicarakan oleh orang yang berpartisipasi dalam pertandingan, yaitu pelatih."
Artikel Terkait
Eskalasi Iran-AS 2024: Jenderal AS Tiba di Israel, Iran Siap Serang Duluan
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi
Aturan Baru BGN: Larangan Bawa Pulang Makanan MBG, Ini Tujuan & Dampaknya
Polisi dan TNI Minta Maaf, Hasil Lab Buktikan Es Gabus Aman dari Spons