Mengapa Indonesia Butuh Pemuda dalam Politik untuk Masa Depan yang Lebih Baik?
Sistem demokrasi di Indonesia sebagai kendaraan menuju kesejahteraan masih jauh dari harapan. Meskipun partai politik tumbuh subur, mereka belum mampu menyerap kegelisahan masyarakat secara efektif.
Krisis Gagasan dan Visi dalam Partai Politik
Partai politik saat ini mengalami kekurangan gagasan dan narasi, serta miskin imajinasi tentang Indonesia impian. Elit politik lebih fokus pada pembagian anggaran dan proyek, sibuk menghitung biaya politik dan berebut kursi kekuasaan.
Fungsi partai politik seringkali hanya menjadi kendaraan elit untuk mencapai kekuasaan. Edukasi politik tentang nilai dan gagasan yang diperjuangkan jarang dibahas, sehingga hubungan dengan masyarakat bersifat transaksional dan tidak mengakar.
Solusi: Peran Strategis Pemuda dalam Politik
Indonesia membutuhkan banyak orang muda untuk membenahi fungsi partai politik yang macet dan aus. Pemuda membawa energi, ide segar, dan keberpihakan pada kebaruan serta kemajuan.
Inspirasi dari Sejarah: Soekarno Muda
Soekarno muda menggagas Algemeene Studie Club yang berkembang menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI). Meski dilarang Belanda dan dipenjara, ia membacakan pledoi "Indonesia Menggugat" yang mendunia. Di pengasingan di Ende, Flores, ia merumuskan dasar negara: Pancasila.
Artikel Terkait
Oknum Polisi Diperiksa Propam Usai Viral Tuding Penjual Es Gabus Pakai Spons
Alasan Ahok Mundur dari Pertamina: Beda Pandangan Politik dengan Jokowi Terungkap di Sidang
Eskalasi Iran-AS 2024: Jenderal AS Tiba di Israel, Iran Siap Serang Duluan
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi