Puncak kontroversi terjadi ketika Erick Thohir menggelar konferensi pers dengan menunjukkan surat yang diklaim dari FIFA, yang meminta pergantian rumput JIS. Namun, analisis mendalam terhadap surat tersebut mengungkap fakta berbeda.
Paragraf pembuka surat FIFA berbunyi: “In view of the proposed change from the Jakarta GBK Stadium to Jakarta International Stadium and based on the facts provided with the report of PSSI’s domestic pitch experts, please find the FIFA pitch management assessment as follows.”
Artinya, FIFA tidak memerintahkan pergantian rumput. Mereka hanya memberikan penilaian berdasarkan laporan yang dikirimkan oleh PSSI sendiri. Surat itu merupakan respons, bukan instruksi.
Dampak dan Ironi Penggantian Rumput JIS
Rumput JIS akhirnya diganti, namun ironisnya stadion justru mengalami masalah genangan air setelah pergantian tersebut. Hal ini semakin mempertanyakan alasan teknis di balik keputusan mengganti rumput stadion yang sebelumnya sudah mendapatkan pengakuan internasional.
Insiden ini menyisakan pertanyaan besar tentang transparansi dan motif politik di balik keputusan teknis penyelenggaraan Piala Dunia U-17. Bagaimana seharusnya olahraga dan pembangunan infrastruktur dipisahkan dari kepentingan politik praktis?
Sumber artikel asli: https://www.geis-cha.com/2023/10/erick-thohir-sang-manipulator-publik.html
Artikel Terkait
Anggaran Rp51 Triliun Rehabilitasi Bencana Sumatera: Realistis atau Potensi Korupsi?
Viral Gimah Minta Semeru Dipindah: Kisah Trauma di Balik Celoteh Lucu Warga Lumajang
Roy Suryo Cs Tagih Dasar Hukum Surat Penyetaraan Ijazah Gibran ke Kemendikdasmen
Timothy Ronald Dilaporkan Polisi: Modus Penipuan Sinyal Trading Kripto Manta Rugikan Korban Miliaran