Boluarte tercatat sebagai pemimpin Peru paling tidak populer dalam sejarah modern dengan peringkat persetujuan hanya 2-4%. Dia menghadapi berbagai tuduhan serius:
- Penyuapan melalui skandal "Rolexgate" - menerima jam tangan mewah dan perhiasan
- Operasi plastik hidung yang dirahasiakan pada 2023, melanggar kewajiban konstitusional
- Menghindari penangkapan politisi buronan menggunakan kendaraan kepresidenan
- Represi mematikan terhadap pengunjuk rasa yang menewaskan 49 warga sipil
Transisi Kepemimpinan
José Jerí Oré, Presiden Kongres berusia 38 tahun, dilantik sebagai presiden sementara. Dalam pidatonya, Jerí menegaskan, "Musuh utama ada di luar sana di jalanan: geng kriminal. Kita harus menyatakan perang terhadap kejahatan."
Pemerintahan transisi akan memimpin Peru hingga pemilihan umum yang dijadwalkan pada April 2026. Boluarte menjadi pemimpin keenam Peru sejak 2018 yang jatuh akibat krisis politik berkepanjangan.
Sumber: IDN Times
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Korupsi Kuota Haji, Rp100 Miliar Dikembalikan
Kasus Timothy Ronald: Kronologi Penipuan Kripto Rugikan Korban Rp 3 Miliar
AS Serukan Warga Negara Segera Tinggalkan Iran, Ancaman Serangan Membayang
Anggaran Rp51 Triliun Rehabilitasi Bencana Sumatera: Realistis atau Potensi Korupsi?