Dalam ceramahnya, Ghufron mengklaim memiliki kemampuan berbahasa dengan semut dan Suryani serta mengaku pernah melakukan video call dengan malaikat maut. Video-video tersebut mendapat banyak kritik dan reaksi negatif dari warganet, yang menganggap ucapan Ghufron sebagai sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Reaksi keras juga datang dari KH Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang menyatakan bahwa ceramah Ghufron "ngaco" dan tidak mencerminkan ajaran agama yang jelas.
"Semua urusan jawabannya maqali, termasuk sabda Nabi saw.. Tak jelas ajaran apaan ini. Soal mati itu tentang keimanan dan amal perbuatan yang akan menjadi bekalnya. Mana ada video call-an segala," ungkap Cholil melalui cuitan di platform sosial media X.
Ini orang ngaco. Semua urusan jawabannya maqali, termasuk sabda Nabi saw.. Tak jelas ajaran apaan ini. Soal mati itu ttg keimanan dan amal perbuatanyg akan menjadi bekalnya. Yahh mana ada video call-an segala.
Lihat video2nya banyak indikasi penyimpangan ajaran agama Islam https://t.co/ZOX0ufIjDFSementara itu, Ubad Aminullah, pengurus Pondok Pesantren UNIQ Nusantara, memberikan gambaran mengenai latar belakang Ghufron.
Menurut Ubad, Ghufron yang memiliki nama lahir Iyus Sugirman, merupakan keturunan pejuang yang pernah berjuang melawan penjajah Belanda.
"Kakek dari Abuya Mama Ghufron gugur ketika berperang di rel kereta api, dan salah satu senjata beliau terpampang di Museum Mandala Wangsit Siliwangi di Bandung," jelas Ubad.
Artikel Terkait
Oknum Polisi Diperiksa Propam Usai Viral Tuding Penjual Es Gabus Pakai Spons
Alasan Ahok Mundur dari Pertamina: Beda Pandangan Politik dengan Jokowi Terungkap di Sidang
Eskalasi Iran-AS 2024: Jenderal AS Tiba di Israel, Iran Siap Serang Duluan
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi