Baca juga: Menteri PMK Sebut Presiden Jokowi Targetkan Kemiskinan Ekstrem Tuntas pada 2024
Jateng menjadi salah satu dari tujuh provinsi yang terpilih sebagai pilot project. Setiap kabupaten memiliki 25 desa yang diintervensi untuk kemiskinan ekstrem, sehingga totalnya 125 desa.
"Tahun kedua (2022) yang sekarang ada 17 kabupaten, ditambah lagi. Semua akan dilakukan percepatannya. Di Jateng kita coba intervensi di semua sektor. Ya rumahnya, jamban, air bersih, listrik, empat layanan dasar menjadi sasaran provinsi, termasuk rumah toidak layak huni (RTLH)," lanjutnya.
Lebih lanjut, untuk stunting pihaknya fokus pada pencegahan agar angka tidak terus bertambah. Lalu untuk difabel, ada dua pola penanganan, yakni bagi difabel nonpotensial dan potensial. Salah satunya melalui Kartu Jateng Sejahtera (KJS).
Sementara itu, pihaknya menybut adanya anak tidak sekolah (ATS) di 17 kabupaten tersebut sebanyak 16.910 orang.
"Itu termasuk sasaran percepatan. Karena kita tahu kalau dalam keluarga miskin memiliki anak yang bersekolah SMA boarding school yang langsung dapat kerja. Itu kangsung bisa mengangkat keluarga," imbuhnya.
Meski pengentasan lewat pendidikan dinilai sangat cepat dan efektif mengangkat warga dari kemiskinan, tapi prosesnya memakan waktu lama. Pasalnya menggenjot ATS kembali ke sekolah ini bukan perkara instan dan butuh proses.
Sampai saat ini perhitungan kita garis kemiskinan Jateng 2022 berada di angka Rp 438.000 per orang per kapita sebagaimana tertuang di BPS 2022.
"Kalau perdapatannya (setiap individu) kurang dari Rp438.000 maka dikatakan (termasuk) miskin," jelasnya.
Sumber: kompas
Artikel Terkait
Oknum Polisi Diperiksa Propam Usai Viral Tuding Penjual Es Gabus Pakai Spons
Alasan Ahok Mundur dari Pertamina: Beda Pandangan Politik dengan Jokowi Terungkap di Sidang
Eskalasi Iran-AS 2024: Jenderal AS Tiba di Israel, Iran Siap Serang Duluan
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi