Pembangunan Infrastruktur Jokowi Dinilai Masif Tapi Belum Merata, Ini Kata Dosen UI
Pembangunan infrastruktur pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sangat masif dengan pendekatan Indonesiasentris. Namun, menurut analisis seorang akademisi, pembangunan tersebut belum sepenuhnya merata dan optimal, dengan beberapa target yang tidak tercapai.
Kritik tersebut disampaikan oleh Mulyadi Opu Andi Tadampali, seorang Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia. Ia mengungkapkan pandangannya berdasarkan pertemuan tertutup dengan Presiden Jokowi di Istana Negara pada tahun 2016 silam.
Pertemuan Tertutup di Istana Negara
Mulyadi menceritakan bahwa pertemuan tersebut dihadiri oleh dirinya bersama sejumlah alumni S3 UI. Acara berlangsung secara tertutup dengan aturan ketat, termasuk larangan membawa telepon genggam dan melakukan perekaman.
"Tidak boleh bawa handphone, tidak boleh foto-foto," ujar Mulyadi dalam acara podcast di YouTube Forum Keadilan TV, seperti dikutip pada Rabu, 28 Januari 2026.
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet Prabowo 2024: Juda Agung Wamenkeu, Sugiono Menko, dan Isu Pergantian Menkomdigi
Ahok di Sidang Korupsi Pertamina: Dorong Periksa Erick Thohir dan Jokowi untuk Ungkap Tuntas
Kritik Sejarawan JJ Rizal: Menteri Muda Era Revolusi vs Sekarang, Mana yang Lebih Matang?
KPK Minta Noel Ebenezer Buka Suara Soal Parpol K di Sidang, Bukan di Media