Retret Kabinet Prabowo 2026: Tujuan, Evaluasi Kinerja, dan Uji Soliditas Koalisi

- Rabu, 07 Januari 2026 | 09:25 WIB
Retret Kabinet Prabowo 2026: Tujuan, Evaluasi Kinerja, dan Uji Soliditas Koalisi

Pergeseran Paradigma Kepemimpinan yang Dinantikan

Lebih lanjut, Hensat menyarankan agar kepemimpinan mulai bergeser dari sekadar mendeskripsikan kondisi bangsa ke arah langkah nyata menggerakkan perubahan. Hal ini terutama crucial dalam menangani isu ekonomi rumah tangga dan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang masih terjadi.

Apresiasi untuk Fokus Penanganan Bencana

Di sisi lain, Hensat mengapresiasi penekanan presiden pada upaya rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, penyampaian ini baik dan mampu menenangkan publik yang menantikan langkah konkret pemerintah.

Dinamika dan Guyonan Internal Kabinet

Hensat juga menyoroti penggunaan kata "solid" yang kerap diucapkan presiden dalam retret ini. Ia menanggapi guyonan presiden tentang pengawasan terhadap partai koalisi tertentu sebagai hal yang wajar.

"Itu guyonan yang wajar. Soal loyalitas, kabinet Prabowo masih di tahun awal. Saya rasa belum ada yang berani 'mbalelo'. Justru guyonan seperti itu memperkuat konsolidasi internal kabinet," jelas Founder Lembaga Survei Kedai Kopi tersebut.

Secara keseluruhan, retret kedua ini dinilai sebagai bagian dari strategi konsolidasi dan persiapan pemerintah menghadapi tahun 2026 yang penuh tantangan.

Halaman:

Komentar