"Kecuali itu di area partai, di internal, monggo. Tapi kalau sudah di publik, hendaknya menahan diri, jangan berbicara hal seperti itu," tambah Bagja.
Pernyataan Yaqut yang tidak akan memilih "Amin" disampaikan saat membuka orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kemenag RI, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/9).
Pada momen itu Yaqut melontarkan candaan di hadapan Kepala Balitbang Diklat Kemenag, Prof Amin Suyitno, yang isinya nyerempet ke arah Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang kini dikenal dengan akronim "Amin".
"Prof Amin Suyitno, ini aminnya tambahan atau sudah lama pak? Karena lagi ramai ini amin-amin, lagi ramai," ucapnya.
Lebih jelas lagi, Yaqut melontarkan pernyataan yang lebih mengidentifikasikan kepada pasangan Amin yang digadang-gadang akan maju Pilpres 2024.
"Saya nggak tahu ya, saya curiga, biasanya panggil Pak Yitno, bukan Amin Suyitno. Jangan-jangan ada Capres singkatannya amin," kelakarnya.
"Tapi saya nggak pilih itu (Amin) Pak. Jelas ya? Masih ada yang pilih itu, bid'ah," tutur Gus Yaqut.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Kades Kohod Divonis 3,5 Tahun Penjara: Kronologi Kasus Korupsi Pagar Laut Tangerang
Pilkada Tidak Langsung: Parpol Dituding Krisis Fungsi & Melawan Suara Rakyat
Ijazah Jokowi Dipertanyakan: Transkrip Sarjana Muda, Kok Bisa Bergelar S1 Penuh?
Eggi Sudjana Bantah Minta Maaf ke Jokowi Soal Ijazah: Demi Allah Saya Tolak!