“Kalaupun ada militer itu mereka adanya di tepi barat. Jadi kita harus berbicara tentang Palestina itu ada di tepi barat, West Bank, ada Gaza. Di tengah-tengahnya itu ada checkpoint oleh pihak Israel,” jelasnya.
Bahkan menurutnya, warga Gaza yang ingin melakukan salat di Masjid Aqsa pun sulit lantaran wilayah tersebut dikuasai oleh Israel.
“Dan bagi warga Gaza itu mereka itu sangat sulit untuk sholat di Masjidil Aqsa Mubarak yang jaraknya 74 km. Itu benar-benar ditutup oleh pihak Israel. Jadi kalau teman-teman melihat, apa kabar Masjidil Aqsa Mubarak sampai dengan saat ini, masih dikuasai oleh pihak Israel."
“Bagi saudara-saudara kita muslimin di tepi barat, itu mereka sholat di Masjidil Aqsa Mubarak, kiblat pertama Islam dunia seperti yang tercantum dalam surat Al Isra, itu dikuasai. Dan juga kalau kita masuk itu harus diperiksa KTP oleh pihak Israel,” sambungnya.
Bang Onim menyebut, bagi yang ingin salat di Masjidil Aqsa ada syarat yang harus dipenuhi yaitu berusia 40 tahun ke atas, kecuali perempuan.
“Yang melakukan pembelaan saat ini adalah pejuang Palestina yang kita kenal dengan sayap militernya Hamas, Izuddin Al Qassam. Dan juga militernya Faksi Fatah, Syuhada Al Aqsa. Jadi saat ini yang berjuang di Palestina itu bukan militer Palestina tapi pejuang Palestina, gabungan antara beberapa faksi politik yang ada di Gaza,” jelasnya.
Sumber: tvone
Artikel Terkait
Longsor Cisarua Bandung: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas
Meteor Jatuh di Danau Maninjau 2026? Ini Klarifikasi Resmi Polisi
Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Lombok Tengah: 5 Santriwati Korban, Pelaku Diduga Petinggi MTF