GELORA.ME - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami tekanan pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026, di tengah sentimen global yang berawan dan jelang libur panjang akhir pekan. Analis dari Phintraco Sekuritas memprediksi indeks akan menguji level support 8.150-8.200, sementara sejumlah saham seperti Semen Indonesia (SMGR) dan Astra International (ASII) masuk dalam radar rekomendasi.
Proyeksi Teknis dan Sentimen Pasar
Secara teknikal, meski masih bertahan di atas beberapa moving average, IHSG dinilai belum memiliki momentum cukup untuk menembus level psikologis 8.300. Analisis Phintraco Sekuritas menunjukkan sinyal campuran, dengan histogram MACD yang masih negatif meski menyempit, serta Stochastic RSI yang bergerak di area pivot. Kondisi ini mengisyaratkan pelemahan dalam jangka pendek.
Faktor eksternal turut membayangi. Melemahnya bursa global dan koreksi harga komoditas menjadi katalis negatif yang memperkuat potensi koreksi. Sementara itu, di dalam negeri, pasar mencermati rencana sarasehan ekonomi yang digelar Prabowo Subianto, yang diharapkan memberikan kejelasan respons pemerintah terhadap dinamika ekonomi, termasuk penurunan outlook dari Moody's.
Phintraco Sekuritas menegaskan pandangannya dalam keterangan tertulis.
“Melemahnya indeks bursa global dan koreksi harga komoditas juga menjadi katalis negatif,” jelas lembaga tersebut.
Mereka menempatkan level support kunci di 8.150 dan resistance di 8.300.
Faktor Penggerak dari Luar Negeri
Perhatian investor juga tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat untuk Januari 2026. Data ini dinilai krusial untuk mengukur arah kebijakan The Fed. Inflasi AS diproyeksikan melambat menjadi 2,5% secara tahunan, turun dari posisi Desember 2025 sebesar 2,7%. Pelambatan ini akan disambut positif pasar, namun tetap harus dibaca dalam konteks laporan ketenagakerjaan yang sebelumnya lebih kuat dari perkiraan.
Rekomendasi Saham dari Analis
Meski berpotensi terkoreksi, pasar tetap menawarkan peluang selektif. Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk diperhatikan, di antaranya PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR).
Di sisi lain, pandangan yang sedikit berbeda datang dari BinaArtha Sekuritas. Analis Ivan Rosanova melihat peluang bagi IHSG untuk melanjutkan tren naik selama level support minor 8.071 dapat dipertahankan.
“Indikator MACD menunjukkan kondisi netral,” ungkap Ivan, menambahkan bahwa peluang menuju area gap di 8.596 masih terbuka jika resistance 8.377 berhasil ditembus.
Dari perspektifnya, Ivan memberikan daftar rekomendasi yang berbeda, mencakup PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Memahami Level Penting dalam Trading
Bagi investor pemula, memahami konsep support dan resistance adalah kunci. Support mengacu pada area harga yang kerap menjadi dasar pijakan kenaikan karena minat beli meningkat. Sebaliknya, resistance adalah level harga yang cenderung menghambat kenaikan lebih lanjut akibat aksi jual yang menguat. Pemantauan terhadap level-level ini membantu investor dalam mengambil keputusan yang lebih terukur.
Dengan beragamnya proyeksi dan rekomendasi dari analis, investor disarankan untuk lebih berhati-hati dan selektif, terutama dalam situasi pasar yang dipengaruhi sentimen global dan momentum jelang libur panjang.
Artikel Terkait
Inul Daratita Ungkap Suami Habiskan Rp5 Juta untuk Nonton Drama China
Pemerintah Tetapkan Masa Transisi 3 Bulan Setelah 11 Juta Penerima BPJS PBI Dinonaktifkan
TRAC Perkuat Layanan Ritel, Permudah Pemesanan dan Siapkan Promo Mudik 2026
Analis: Dukungan Jokowi untuk Dua Periode Prabowo-Gibran adalah Kalkulasi Politik Jangka Panjang