Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan kapal-kapal perang AS bergerak "untuk berjaga-jaga". Dalam perkembangan terbaru, Trump mengklaim bahwa Iran kini justru ingin berunding. "Mereka ingin membuat kesepakatan sekarang. Saya tahu itu. Mereka menghubungi beberapa kali," ujarnya kepada Axios, seraya menyebut situasi di Iran sedang "berubah-ubah".
Iran: "Lebih Siap dari Sebelumnya"
Menanggapi ancaman yang membayang, Iran menyatakan kesiapan penuh. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan negaranya "lebih siap dari sebelumnya" untuk merespons setiap agresi.
"Iran akan merespons secara komprehensif, tegas, dan dengan cara yang akan disesali terhadap setiap potensi serangan," tegas Baghaei dalam konferensi pers di Teheran. Ia menggambarkan situasi saat ini sebagai "perang hibrida" yang melibatkan tekanan militer dan destabilisasi dari luar.
Persatuan Militer Iran Jadi Kunci
Peringatan keras juga datang dari pimpinan militer Iran. Komandan Pasukan Darat, Ali Jahanshahi, menekankan bahwa persatuan internal angkatan bersenjata adalah kunci menghadapi ancaman eksternal. Pernyataan serupa disampaikan Komandan Pasukan Darat IRGC, Brigjen Mohammad Karami, yang menyebut sinergi antar pasukan telah berhasil menggagalkan rencana musuh.
Dengan kedua belah pihak menunjukkan kesiapan tempur dan diplomasi intensif berlangsung, kawasan Timur Tengah kembali menanti langkah strategis berikutnya yang akan menentukan arah konflik ini.
Artikel Terkait
Alasan Ahok Mundur dari Pertamina: Beda Pandangan Politik dengan Jokowi Terungkap di Sidang
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi
Aturan Baru BGN: Larangan Bawa Pulang Makanan MBG, Ini Tujuan & Dampaknya
Polisi dan TNI Minta Maaf, Hasil Lab Buktikan Es Gabus Aman dari Spons