Landasan Filosofis: Dari Amartya Sen hingga Paul Collier
Visi kebijakan Prabowo memiliki dasar akademis yang kuat:
- Amartya Sen dalam "Development as Freedom": Pembangunan adalah proses memperluas kebebasan dan kemampuan manusia untuk hidup bermartabat. Kebijakan gizi dan kesehatan adalah inti dari pembangunan.
- Paul Collier dalam "The Bottom Billion": Mengabaikan kelompok termiskin akan mengunci kemiskinan lintas generasi. Negara harus aktif mencegah perangkap kemiskinan melalui intervensi yang tepat.
Kedua pemikiran ini memperkuat tesis pidato: kepemimpinan sejati diukur dari kemampuannya menjaga harapan rakyatnya yang paling lemah.
Tantangan dan Ujian di Lapangan
Visi gemilang ini kini menanti eksekusi yang cemerlang dan berkelanjutan. Gagasan besar memerlukan disiplin birokrasi, keberanian politik, dan pengawasan publik tanpa henti. Keberhasilan akan diuji oleh konsistensi dalam menegakkan keadilan sosial setiap hari.
Kesimpulan
Pidato Prabowo Subianto di WEF 2026 mengingatkan dunia tentang etika kekuasaan yang sering terlupakan. Dalam dunia yang cenderung kepada survival of the richest, Indonesia menawarkan jalan lain: membangun dari bawah, menguatkan fondasi manusia, dan menjadikan senyum rakyat lemah sebagai ukuran kemajuan bangsa.
Zurich, 23 Januari 2026
Artikel Terkait
Tower Seluler Ambruk di Surabaya: Hantam Atap Sekolah & Mobil, Begini Kronologinya
Dino Patti Djalal Peringatkan Pemerintah: Risiko Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza Trump
MBG: Mesin Gizi atau Mesin Uang? Analisis Lengkap Program Makan Bergizi Gratis
Donald Trump Klarifikasi Tangan Memar di Davos: Dampak Aspirin Dosis Tinggi untuk Jantung