Penyerahan SK secara seremonial akhirnya dilakukan di Sasana Handrawina, bukan di lokasi awal. Fadli Zon meyakini Tedjowulan dapat mengatasi persoalan internal keraton dan mengajak seluruh keluarga besar untuk bersatu.
Penyebab Protes: Merasa Disingkirkan sebagai Tuan Rumah
Dalam klarifikasinya, GKR Rumbai menyatakan bahwa protesnya dilatarbelakangi oleh perasaan tidak dihargai. Ia mengaku pihaknya sebagai tuan rumah tidak diberi tahu atau dimintai izin terkait penyelenggaraan acara kenegaraan tersebut di keraton.
Atas dasar itu, pihaknya telah melayangkan surat keberatan resmi kepada Kementerian Kebudayaan dengan tembusan kepada Presiden Prabowo Subianto, karena menilai ada ketidakadilan dalam proses pengambilan keputusan oleh menteri.
Permohonan Maaf dan Latar Belakang Konflik Tahta Keraton Solo
Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, KPH Eddy Wirabhumi, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menodai acara kenegaraan tersebut. Ia berharap hal ini tidak mengurangi semangat pelestarian budaya.
Insiden ini tidak terlepas dari konflik internal Keraton Solo pasca-mangkatnya Raja Paku Buwono XIII. Saat ini terdapat dua klaim penerus tahta: KGPAA Hamengkunegoro (Gusti Purbaya) yang dideklarasikan sebagai PB XIV, dan KGPH Hangabehi yang ditetapkan dalam Rembug Keluarga Keraton sebagai PB XIV. Sementara itu, KGPA Tedjowulan menyatakan terjadi kekosongan kekuasaan sejak mangkatnya raja sebelumnya.
Artikel Terkait
Lonjakan 40% PTSD & Bunuh Diri di Militer Israel: Dampak Psikologis Perang Gaza
Dokter Tifa Klaim 99,9% Ijazah Jokowi Palsu, Tuntut Transparansi 709 Dokumen Pendidikan
Noe Letto Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Sebut Pemerintah Pengkhianat Pancasila?
Dokter Tifa Klaim Diskriminasi Polda Metro Jaya dalam Kasus Ijazah Jokowi, Ini Dua Alasannya