Kericuhan di Keraton Solo: Protes GKR Rumbai Warnai Penyerahan SK Fadli Zon ke Tedjowulan
Acara seremonial penyerahan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) pada Minggu (18/1/2026) berakhir ricuh. Insiden ini dipicu oleh protes keras yang disampaikan oleh salah satu kerabat keraton, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, terhadap Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Kronologi Kericuhan dan Protes yang Disensor
Kericuhan terjadi usai Fadli Zon menyampaikan pidato sambutannya. GKR Rumbai yang merupakan pendukung penobatan KGPAA Hamengkunegoro (Gusti Purbaya) sebagai Raja Paku Buwono (PB) XIV, langsung mengambil alih microphone untuk menyampaikan uneg-uneg. Namun, microphone tersebut tiba-tiba dimatikan, membuat suaranya tidak jelas terdengar.
Kejadian ini langsung memicu suasana kacau dengan banyak peserta yang merangsek ke depan panggung. Acara pun tertunda sekitar 15 menit sebelum akhirnya bisa dilanjutkan dengan pembacaan doa penutup.
Pernyataan Fadli Zon dan Penyerahan SK di Lokasi Berbeda
Usai insiden, Fadli Zon menyatakan bahwa kericuhan tersebut adalah hal yang biasa dan bagian dari proses penyelesaian masalah. Ia menyerahkan mandat sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya peringkat nasional kepada KGPA Tedjowulan.
Artikel Terkait
Lonjakan 40% PTSD & Bunuh Diri di Militer Israel: Dampak Psikologis Perang Gaza
Dokter Tifa Klaim 99,9% Ijazah Jokowi Palsu, Tuntut Transparansi 709 Dokumen Pendidikan
Noe Letto Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Sebut Pemerintah Pengkhianat Pancasila?
Dokter Tifa Klaim Diskriminasi Polda Metro Jaya dalam Kasus Ijazah Jokowi, Ini Dua Alasannya