Ambang Gugur di Amerika: Krisis Tersembunyi yang Mengikis American Dream
Konsep ambang gugur, yang berasal dari dunia game, kini menjadi metafora tepat untuk menggambarkan kerentanan sosial di Amerika Serikat. Istilah ini merujuk pada titik kritis di mana seseorang, karena kehilangan akses pada kebutuhan dasar, secara sistematis tersingkir dari jaring pengaman sosial, peluang ekonomi, dan martabatnya. Fenomena ini mempertanyakan kelangsungan narasi American Dream dan mengungkap logika tersembunyi dalam masyarakat bertoleransi rendah.
Pilar yang Runtuh: Kesehatan, Pendapatan, dan Perumahan
Ambang gugur di AS dibentuk oleh tumpang tindihnya kegagalan tiga pilar fundamental:
1. Sistem Kesehatan yang Terfragmentasi
Sistem kesehatan AS yang berorientasi pasar menciptakan kesenjangan perlindungan yang lebar. Data Biro Sensus AS 2024 menunjukkan sekitar 8% penduduk tidak memiliki asuransi sepanjang tahun, dengan disparitas mencolok:
- Dewasa Hispanik/Latino: 24,6% tanpa asuransi.
- Dewasa kulit hitam: 10,5% tanpa asuransi.
- Pekerja sektor pertanian & perikanan: 29,4% tanpa asuransi.
2. Daya Beli yang Tergerus dan Perlindungan yang Minim
Upah minimum federal yang stagnan sejak 2009 telah kehilangan sekitar 30% nilai riilnya karena inflasi. Sementara itu, sistem kesejahteraan yang bergantung pada pemberi kerja gagal melindungi pekerja gig dan non-tradisional. Data Federal Reserve Bank of Minneapolis (2023) mengungkap, hanya 29% pekerja menganggur yang benar-benar menerima tunjangan pengangguran.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Sindir Pakar Medsos & Umumkan Swasembada Beras 2025
Invasi AS ke Venezuela 2026: Dampak Hukum Internasional & Ancaman Serius ke Taiwan
Nadiem Makarim Bantah Dakwaan Perkaya Diri Rp809 Miliar di Kasus Korupsi Chromebook: Fakta Lengkap
Nadiem Makarim Ungkap Resistensi Pihak Lama di Kemendikbudristek Saat Sidang Tipikor