Jumlah TKA China sebagai Tukang Sapu Mencapai Ratusan Orang
Lebih mengejutkan lagi, jumlah TKA China yang dipekerjakan untuk posisi tukang sapu ternyata sangat banyak. Menurut Mr X, jumlahnya bisa mencapai ratusan orang.
"Karena begini, mereka pada waktu itu pakai tenaga manusia agar pemberdayaannya. Banyak SDM digunakan tukang sapu pakai caping nyapu, pakai sapu besar nyapu jalanan," tuturnya.
Mr X juga mengungkapkan alasan di balik banyaknya penyerapan tenaga kerja China untuk posisi rendah. Berdasarkan diskusinya dengan salah satu direktur operasional, hal ini merupakan bagian dari komitmen pengusaha China dengan pemerintahnya.
"Mereka punya komitmen dengan pemerintah China untuk membawa SDM. Mereka itu cover SDM yang produktif tapi tidak bekerja tidak terserap di negaranya jadi semua pengusaha China di seluruh dunia diwajibkan pekerjakan para warga negara sampai level paling bawah," pungkas Mr X.
Artikel Terkait
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM dan Hukum Internasional
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Kepemimpinan di Dewan HAM PBB?
Oknum Polisi Diperiksa Propam Usai Viral Tuding Penjual Es Gabus Pakai Spons
Alasan Ahok Mundur dari Pertamina: Beda Pandangan Politik dengan Jokowi Terungkap di Sidang