Gus Yahya Tantang Rais Aam Selesaikan Pemecatan di Muktamar PBNU
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menantang para pelaku pemakzulannya untuk menyelesaikan persoalan internal di Muktamar PBNU ke-35. Tantangan ini disampaikan menanggapi keputusan pemecatan yang dikeluarkan oleh jajaran Rais Aam.
Jadwal Muktamar PBNU ke-35 di Surabaya
Muktamar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke-35 tinggal menghitung bulan. Agenda akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari 2026 di Surabaya, Jawa Timur. Namun, di tengah persiapan menuju muktamar, PBNU justru dilanda konflik internal antara kubu Ketua Umum dan Rais Aam.
Klaim Pemecatan Gus Yahya oleh Rais Aam
Sejumlah petinggi di lingkungan Rais Aam PBNU mengklaim telah resmi memecat Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, sejak Rabu (26/11/2025). Namun, langkah ini ditolak dan tidak diakui oleh Gus Yahya. Menurutnya, proses pemecatan tersebut tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlaku di PBNU.
Gus Yahya Siap Bertanggung Jawab di Muktamar
Menanggapi situasi ini, Gus Yahya justru menantang Rais Aam untuk membawa persoalan tersebut ke Muktamar ke-35. Ia menyatakan bahwa forum muktamar adalah tempat yang tepat dan konstitusional untuk menyelesaikan masalah kepemimpinan, termasuk memberikan kesempatan baginya untuk mempertanggungjawabkan kinerja selama lima tahun memimpin PBNU.
"Mari kita selesaikan di Muktamar saja, setiap muktamar kan ada mekanisme pertanggungjawaban, sehingga tidak menimbulkan hal-hal seperti ini," ujar Gus Yahya, seperti dikutip dari Kompas TV.
Artikel Terkait
Anggaran Rp51 Triliun Rehabilitasi Bencana Sumatera: Realistis atau Potensi Korupsi?
Viral Gimah Minta Semeru Dipindah: Kisah Trauma di Balik Celoteh Lucu Warga Lumajang
Roy Suryo Cs Tagih Dasar Hukum Surat Penyetaraan Ijazah Gibran ke Kemendikdasmen
Timothy Ronald Dilaporkan Polisi: Modus Penipuan Sinyal Trading Kripto Manta Rugikan Korban Miliaran