Gaya Politik Kontroversial Ahmad Ali: Strategi Baru PSI atau Blunder Berulang?
Sejak ditunjuk sebagai Ketua Harian PSI, gaya politik Ahmad Ali lebih banyak membangun tembok pemisah daripada jembatan penghubung di antara kekuatan politik yang ada. Pidato perdananya langsung menyoroti kasus ijazah Presiden Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka, menyeret nama Presiden Prabowo Subianto sebagai pihak yang diharapkan menyelesaikan persoalan tersebut.
Serangan Terbuka ke Tokoh Nasional
Ahmad Ali tak segan menyerang tokoh-tokoh politik senior. Megawati Soekarnoputri diserang dengan diksi "nenek-nenek yang puluhan tahun jadi ketua umum partai" - sebuah pernyataan yang dinilai banyak kalangan sebagai bentuk pelecehan. Serangan juga dilayangkan ke Susilo Bambang Yudhoyono, meski dengan bahasa yang lebih halus.
Strategi "Pasang Badan" untuk Jokowi
Pendekatan politik Ahmad Ali di PSI jelas: membela Jokowi tanpa syarat. Ia memerintahkan kader PSI untuk "pasang badan" terhadap siapa pun yang menyerang Jokowi, termasuk dalam kasus dugaan ijazah palsu. Ketika Benny K Harman dari Partai Demokrat menyentil kasus ini, Ahmad Ali langsung membalas dengan tegas.
Artikel Terkait
Anggaran Rp51 Triliun Rehabilitasi Bencana Sumatera: Realistis atau Potensi Korupsi?
Viral Gimah Minta Semeru Dipindah: Kisah Trauma di Balik Celoteh Lucu Warga Lumajang
Roy Suryo Cs Tagih Dasar Hukum Surat Penyetaraan Ijazah Gibran ke Kemendikdasmen
Timothy Ronald Dilaporkan Polisi: Modus Penipuan Sinyal Trading Kripto Manta Rugikan Korban Miliaran