Alasan Penolakan Pembayaran Utang Lengkap
Purbaya memberikan dua alasan utama mengapa APBN tidak boleh menanggung seluruh utang Whoosh:
- Infrastruktur dinilai sebagai aset jangka panjang yang layak dibiayai APBN
- Rolling stock menyusut nilainya dan tidak layak dibebankan ke APBN
Posisi Menkeu ini merupakan langkah politik fiskal defensif untuk menjaga APBN yang sedang tertekan oleh defisit, belanja wajib, serta utang pemerintah.
Peran Strategis Menkeu dalam Negosiasi
Purbaya menyatakan keinginannya untuk terlibat dalam pembahasan dengan pihak Tiongkok: "Saya mau ikut supaya saya nggak rugi-rugi amat. Yang penting terbaik untuk negara."
PT Danantara sebagai holding BUMN diharapkan tetap bertanggung jawab pada porsi yang menjadi kewajibannya, sementara pemerintah melalui APBN hanya akan membantu pembiayaan infrastruktur.
Pembahasan skema final pembayaran utang kereta cepat Whoosh masih terus berlangsung antara pemerintah Indonesia dan mitra Tiongkok.
Artikel Terkait
Somasi ke Budhius M Piliang: Isu Ijazah Jokowi & Keterkaitan SBY Dibongkar
Presiden Prabowo Tegaskan Peran Pejabat di Lokasi Bencana: Tugas & Kritik
SBY dan Megawati Siap Jalur Hukum Atas Isu Ijazah Jokowi, Ini Kata Demokrat & PDIP
Penerimaan Pajak 2025 Meleset, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Sulit Tidur