Menteri PPPA Tegas Kecam Aksi Gus Elham Cium Anak Perempuan: "Itu Child Grooming!"
GELORA.ME - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, memberikan reaksi keras terhadap video viral yang memperlihatkan pendakwah asal Kediri, Jawa Timur, Elham Yahya Luqman atau yang dikenal sebagai Gus Elham, melakukan tindakan tidak pantas kepada anak-anak perempuan. Dalam video tersebut, Gus Elham terlihat mencium sejumlah anak perempuan.
Arifah Fauzi menegaskan bahwa tindakan Gus Elham sudah melampaui batas kewajaran dan merupakan perilaku yang sangat tidak pantas. Ia menyatakan kesepakatan dengan publik bahwa tindakan semacam ini tidak dapat dibenarkan, terlepas dari status atau posisi pelakunya, termasuk mereka yang dianggap sebagai pemuka agama.
Peringatan Keras bagi Masyarakat
Menteri PPPA menyampaikan bahwa kasus ini harus menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya memahami batasan dalam berinteraksi dengan anak. Ia berharap masyarakat tidak menganggap aksi tersebut sebagai hal yang wajar.
"Perilaku yang melibatkan sentuhan fisik tanpa persetujuan, apalagi dilakukan oleh orang dewasa kepada anak, berpotensi menjadi bentuk pelecehan yang dapat menimbulkan dampak psikologis serius pada korban," tegas Arifah Fauzi.
Relasi Kuasa dan Bahaya Child Grooming
Arifah juga menjelaskan bahwa kasus ini mengungkap pentingnya pemahaman mengenai relasi kuasa antara orang dewasa dan anak. Dalam banyak konteks sosial atau keagamaan, figur otoritas sering kali berada dalam posisi dominan dan dipercaya, yang dapat menciptakan ketimpangan kuasa.
Kondisi ini membuat anak kesulitan untuk menolak, melawan, atau melaporkan perilaku tidak pantas yang mereka alami. "Relasi kuasa itu sering dimanfaatkan melalui cara nonfisik, misalnya dengan bujuk rayu, tekanan emosional, atau manipulasi psikologis yang dikenal sebagai child grooming," jelas Arifah.
Ia menambahkan bahwa pelaku sering berusaha menormalisasi perilaku menyimpang dengan alasan kasih sayang atau kedekatan. Dampaknya, anak dapat merasa bersalah, bingung, dan mengalami trauma jangka panjang.
Pentingnya Edukasi Otoritas Tubuh Sejak Dini
Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, Arifah menekankan pentingnya edukasi tentang otoritas tubuh sejak usia dini. Anak perlu memahami bahwa tubuh mereka sepenuhnya milik mereka sendiri, dan tidak ada seorang pun yang berhak menyentuh atau melanggar batas pribadi mereka tanpa izin.
Ia mengajak semua pihak, termasuk orang tua, lembaga pendidikan, dan masyarakat, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan. Orang tua diimbau untuk membangun komunikasi terbuka dengan anak, sementara lembaga pendidikan dan sosial wajib memastikan adanya sistem pengawasan dan perlindungan yang efektif.
Laporkan Jika Mengetahui Kekerasan
Kementerian PPPA juga meminta masyarakat yang mengalami, mendengar, melihat, atau mengetahui kasus kekerasan untuk berani melapor ke institusi yang telah mendapat mandat berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).
Sebelumnya, viral foto dan gerakan kampanye yang mengecam perilaku Gus Elham di media sosial. Gerakan ini menampilkan kolase foto Gus Elham sedang mencium sejumlah anak perempuan, yang dianggap sebagai tindakan pedofil dan child grooming. Gus Elham sendiri telah meminta maaf dan mengaku khilaf atas peristiwa tidak pantas tersebut.
Artikel Terkait
SKK Migas Targetkan 100 Sumur Eksplorasi Baru pada 2026 untuk Genjot Cadangan Migas
Tottenham Hotspur Pecat Thomas Frank Usai Kinerja Buruk di Liga Inggris
Erick Thohir Bicara Langsung dengan Presiden FIFA Soal Ambisi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028
Jembatan Gantung di Tanggamus Putus, 18 Orang Luka-luka