Pramono Anung menegaskan komitmennya dengan menyatakan bahwa Dinas Kebudayaan DKI Jakarta akan menggandeng IKJ untuk mewujudkan Kota Tua sebagai etalase seni dan budaya ibukota.
Kota Tua sebagai Pusat Seni dan Budaya
Rencana pemindahan IKJ ke Kota Tua bertujuan memperkuat posisi kawasan heritage tersebut sebagai pusat seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang hidup dan inklusif.
"Sebagai kota global yang berbudaya, wajah Jakarta akan semakin baik dalam indeks kota global jika budayanya ditampilkan secara lebih baik dan rapi," tegas Pramono.
Gubernur menambahkan bahwa kawasan heritage seperti Kota Tua membutuhkan banyak talenta seni yang mampu berimprovisasi. Pemindahan IKJ diharapkan dapat menjadikan Kota Tua sebagai ruang berkarya bagi para seniman sekaligus memperkuat karakter kawasan cagar budaya.
Sebelum realisasi pemindahan, Pemerintah Provinsi DKI akan memastikan kesiapan infrastruktur di sekitar Kota Tua, termasuk penyelesaian pembangunan Stasiun MRT yang tengah berlangsung.
Artikel Terkait
Dugaan Aliran Uang Rp50 Juta ke Ibu Menteri Terungkap di Sidang Kasus K3 Noel Ebenezer
Dokumen Epstein Ungkap Hary Tanoe, Trump, dan Misteri Indonesian CIA
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002: Fakta, Lokasi, & Kaitannya
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Girik, Letter C, Petuk Harus Konversi ke SHM