Sanksi yang diumumkan mencakup pembekuan semua aset yang dimiliki Rosneft dan Lukoil di wilayah Amerika Serikat. Selain itu, semua perusahaan AS dilarang untuk melakukan bisnis dengan kedua raksasa energi Rusia tersebut.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam pernyataannya menegaskan alasan di balik pemberian sanksi ini. "Mengingat penolakan Presiden Putin untuk mengakhiri perang yang tidak masuk akal ini, Departemen Keuangan memberikan sanksi kepada dua perusahaan minyak terbesar Rusia yang mendanai mesin perang Kremlin," ujarnya.
Pembatalan Pertemuan Trump-Putin di Budapest
Pemicu langsung dari keputusan ini adalah pembatalan rencana pertemuan antara Trump dan Putin di Budapest. Trump dinilai merasa bahwa pembicaraan lebih lanjut hanya akan membuang-buang waktu tanpa hasil yang konkret.
Menanggapi hal ini, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan pandangannya. "Tidak ada yang ingin membuang-buang waktu, baik Presiden Trump maupun Presiden Putin," kata Peskov kepada para wartawan.
Artikel Terkait
Eskalasi Iran-AS 2024: Jenderal AS Tiba di Israel, Iran Siap Serang Duluan
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi
Aturan Baru BGN: Larangan Bawa Pulang Makanan MBG, Ini Tujuan & Dampaknya
Polisi dan TNI Minta Maaf, Hasil Lab Buktikan Es Gabus Aman dari Spons