Ubedillah juga menyoroti perbedaan signifikan dalam hal bunga pinjaman. Jepang, yang sebelumnya telah melakukan studi kelayakan, menawarkan bunga pinjaman sangat rendah, yaitu 0,1%. Sementara itu, pinjaman dari China justru meningkat dari awalnya 2% menjadi 3,4%.
Pergeseran Kerja Sama yang Menimbulkan Tanda Tanya
Perubahan peraturan presiden dan pergeseran kerja sama dari Jepang ke China menimbulkan pertanyaan penting mengenai transaksi apa yang sebenarnya terjadi. Ubedillah menilai hal ini memperkuat dugaan bahwa terdapat transaksi besar antara China Development Bank dan pemerintah Indonesia dalam proyek KCJB.
Ubedillah menyampaikan analisis ini dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (21/10/2025).
Sumber: Okezone
Artikel Terkait
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra: Tambang Agincourt Milik Astra Dialihkan ke Perminas
Hotman Paris Bantu Korban Es Gabus Viral: Perempuan Pemicu Fitnah Dicari
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?
Kisah Penjual Es Kue Suderajat Viral: Aparat Minta Maaf, Bantuan Motor hingga Beasiswa Anak Mengalir