Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Mahfud mengacu pada contoh nyata di Sri Lanka, dimana China mengambil alih pelabuhan Hambantota setelah negara tersebut gagal melunasi utang. Natuna Utara dinilai sangat rentan karena letaknya yang berdekatan dengan wilayah konflik laut China Selatan.
Proyek Kereta Cepat Whoosh sendiri telah menelan biaya investasi hingga US$7,2 miliar, melebihi anggaran awal US$6 miliar. Pembengkakan biaya ini ditanggung bersama oleh konsorsium Indonesia (60%) dan China (40%).
Artikel Terkait
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra: Tambang Agincourt Milik Astra Dialihkan ke Perminas
Hotman Paris Bantu Korban Es Gabus Viral: Perempuan Pemicu Fitnah Dicari
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?
Kisah Penjual Es Kue Suderajat Viral: Aparat Minta Maaf, Bantuan Motor hingga Beasiswa Anak Mengalir