Mahfud MD, mantan Menkopolhukam, memberikan peringatan keras mengenai risiko gagal bayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) kepada China. Menurutnya, Indonesia berpotensi kehilangan kedaulatan wilayah, khususnya Natuna Utara, sebagai bentuk kompensasi.
Mahfud mendukung penuh sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak pembayaran utang proyek Whoosh menggunakan APBN. Meski demikian, ia mengingatkan konsekuensi serius jika Indonesia benar-benar gagal memenuhi kewajiban.
"Jika kita gagal bayar, China bisa mengambil aset Whoosh. Namun, karena kereta berada di tengah kota, kemungkinan besar mereka akan meminta kompensasi lain, seperti Natuna Utara," ujar Mahfud dalam channel YouTube resminya.
Artikel Terkait
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra: Tambang Agincourt Milik Astra Dialihkan ke Perminas
Hotman Paris Bantu Korban Es Gabus Viral: Perempuan Pemicu Fitnah Dicari
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?
Kisah Penjual Es Kue Suderajat Viral: Aparat Minta Maaf, Bantuan Motor hingga Beasiswa Anak Mengalir