"Keinginan masyarakat beragam, ada yang ingin yang kuno, ada yang ingin modern. Ke depan menjadi salah satu bagian kombinasi dari penataan kawasan bekas tambang mangan. Jadi potensial sekali, juga karena dekat bandara. Ini kan sudah masuk geopark, April nanti dinilai tim geopark nasional," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan potensi bekas tambang mangan Kliripan harus ditangkap. Selain sebagai cagar budaya, sebagai mana ditetapkan oleh Tim Ahli Cagar Budaya, bekas tambang mangan juga bisa dikembangkan sebagai wisata.
"Di sini sudah dibentuk pokdarwis dan desa wisata. Maksudnya agar program yang dikembangkan untuk mendukung Kliripan geotourism itu konsepnya tetap berbasis masyarakat. Tren pembangunan saat ini bagaimana mengentaskan kemiskinan, penumbuhan ekonomi dan lain-lain. Itu bisa bergerak kalau masyarakat bisa menangkap peluang yang ada," kata Joko.
Baca Juga: 2.596 Satlinmas Jaga 1.298 TPS di Kota Yogyakarta
Joko menjelaskan, saat ini pembenahan sudah dilakukan dan sudah dibuat rencana induk pengembangan bekas tambang mangan Kliripan.
"Sudah ada DED beberapa zona. Sudah ada dua titik yang diakuisisi lahannya. Sudah appraisal untuk kawasan Sunoto, sehingga kalau diakuisisi nanti bisa mengembangkan," jelasnya.
Joko mengatakan yang terpenting adalah membentuk bekas tambang mangan Kliripan sebagai wisata unggulan Kulonprogo.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianmerapi.com
Artikel Terkait
Viral Gimah Minta Semeru Dipindah: Kisah Trauma di Balik Celoteh Lucu Warga Lumajang
Roy Suryo Cs Tagih Dasar Hukum Surat Penyetaraan Ijazah Gibran ke Kemendikdasmen
Timothy Ronald Dilaporkan Polisi: Modus Penipuan Sinyal Trading Kripto Manta Rugikan Korban Miliaran
Gaji Pegawai Pajak 2024: Tunjangan Kinerja (Tukin) Capai Rp100 Juta+ Per Bulan