"IDF beroperasi untuk membongkar kemampuan teror Hamas dengan berbagai cara, menggunakan alat militer dan teknologi yang berbeda," kata pejabat IDF, seperti dikutip Wall Street Journal.
Media berbasis di New York itu menambahkan, Israel pertama kali memberi tahu AS tentang rencana membanjiri terowongan Hamas ini pada pekan lalu. Para pejabat AS pun tidak mengetahui sejauh mana pemerintah Israel merampungkan rencana tersebut.
"Israel belum membuat keputusan akhir untuk melanjutkan atau mengesampingkannya," kata pejabat AS.
Sebelumnya, saat pertukaran tawanan berlangsung di tengah gencatan senjata selama hampir seminggu, kerabat dari salah satu warga negara Thailand yang ditawan Hamas mengaku kakaknya itu diperlakukan dengan baik oleh para pejuang Palestina.
"Saya sempat video call dengan kakak saya dan wajahnya tampak bahagia. Dia mengatakan bahwa dia tidak disiksa, atau diserang, dan telah diberi makanan yang baik. Dia diperlakukan dengan sangat baik," ujarnya, seperti dikutip dari AFP, pada Minggu (26/11).
Pengakuan itu seolah membantah tuduhan bahwa Hamas selama ini menyembunyikan para sanderanya di terowongan-terowongan sempit bawah tanah dan disiksa. "Dia seperti tinggal di sebuah rumah, bukan terowongan," sambung dia.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Timothy Ronald Dilaporkan Polisi: Modus Penipuan Sinyal Trading Kripto Manta Rugikan Korban Miliaran
Gaji Pegawai Pajak 2024: Tunjangan Kinerja (Tukin) Capai Rp100 Juta+ Per Bulan
Keracunan Massal MBG Soto Ayam di Mojokerto: 261 Siswa Terdampak, 121 Dirawat
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak Kandung & Tuntutan Rp 7 Miliar: Fakta Terbaru