Adeana berharap Presiden Joko Widodo memilih kepala BIN yang netral. Karena sangat berbahaya terhadap demokrasi apabila kepala BIN berpihak ke salah satu pasangan capres-cawapres.
IKA 98 mengusulkan mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menggantikan posisi Budi Gunawan. Adeana menilai Dudung merupakan prajurit yang memiliki integritas, independensi, dan komitmen kuat terhadap NKRI.
"Jangan sampai kepala BIN terafiliasi dengan partai politik, mengingat pentingnya menjaga proses demokrasi yang aman dan tenang dalam pemilu," demikian Adeana.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM dan Hukum Internasional
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Kepemimpinan di Dewan HAM PBB?
Oknum Polisi Diperiksa Propam Usai Viral Tuding Penjual Es Gabus Pakai Spons
Alasan Ahok Mundur dari Pertamina: Beda Pandangan Politik dengan Jokowi Terungkap di Sidang