"Ya jangan maksa kita harus sama, nanti enggak bisa punya kebebasan berpikir. Kalau salat gara-gara begitu terus dicap menista agama, yang pentingkan salatnya," tegasnya.
Selain itu, sosok yang penuh kontroversi itu juga mengatakan bahwa Al Zaytun adalah lembaga pendidikan yang mewajibkan peserta didiknya untuk berpikir maju.
Tak hanya itu, Panji Gumilang juga mengatakan bahwa ia mewajibkan peserta didiknya untuk berpikir bebas dalam ikatan keagamaan yang pada akhirnya akan menumbuhkan sikap dari toleransi.
Adapun diketahui, santer kritikan terhadap Panji Gumilang. Hal itu lantaran viral sebuah video yang menunjukkan bagaimana ia bersama murid-muridnya salat dengan saf renggang dan membolehkan perempuan ada dalam saf paling depan.
Sebelumnya, Panji Gumilang memenuhi panggilan Bareskrim polri terkait polemik Ponpes Al Zaytun pada Senin (3/7) setelah pihak kepolisian melayangkan surat panggilan pemeriksaan.
Panji Gumilang menjadi terlapor terkait dua laporan polisi yang masuk tentang penistaan agama. Selain Panji, polisi telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus Ponpes Al Zaytun.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra: Tambang Agincourt Milik Astra Dialihkan ke Perminas
Hotman Paris Bantu Korban Es Gabus Viral: Perempuan Pemicu Fitnah Dicari
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?
Kisah Penjual Es Kue Suderajat Viral: Aparat Minta Maaf, Bantuan Motor hingga Beasiswa Anak Mengalir