Parasut yang digunakannya bolong ditembaki peluru Tropaz, pasukan Timor Timur didikan Portugis yang kenyang dengan pengalaman tempur gerilya.
"Ternyata begitu mendarat, saya menyangkut di tiang listrik kabel bertegangan tinggi. Payung saya bolong ditembaki Tropaz,” ujarnya.
Hermin dengan cekatan melihat rumah yang disinyalir markas dari Fretilin. Senjata AK-47 langsung dikeluarkan tanpa membuang waktu langsung menembaki rumah tersebut.
“Mereka melihat saya dan melemparkan granat dan mengenai mata saya. Danton saya dan Tim Kesehatan memberikan obat merah dan tensoplas ke mata saya,” tuturnya.
Hermin berhasil selamat dari maut. Tak lama ia sembuh dan langsung melakukan konsolidasi ke Dili dan berjalan ke arah Pantai. Peluru-peluru Fretilin terus menembakinya dalam perjalanan.
Bahkan, dirinya menemukan dua anggota TNI gugur sesampainya di Pantai. Ia pun membawa kedua jenazahnya.
“Saya langsung membawa keduanya dan langsung menghubungi komandan untuk segera dievakuasi, tapi saat itu Fretilin terus menembaki secara gencar dari atas bukit,” pungkasnya.
Sumber: okezone
Artikel Terkait
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol di Bogor, Anak Putus Sekolah & Bantuan yang Mengalir
Kisah Pilu Sudrajat di Bogor: Rumah Lapuk Jebol & 3 Anak Putus Sekolah
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM dan Hukum Internasional
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Kepemimpinan di Dewan HAM PBB?