PBNU Kritik Keras Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab dan Tak Etis

- Selasa, 03 Februari 2026 | 01:25 WIB
PBNU Kritik Keras Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab dan Tak Etis

PBNU Kritik Keras Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab

GELORA.ME – Pernyataan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam menanggapi kritik Wakil Ketua Umum MUI KH Anwar Abbas menuai kecaman keras. Respons Dahnil dinilai tidak mencerminkan adab dan etika seorang pejabat publik.

Penilaian pedas ini disampaikan oleh Katib Syuriyah PBNU, KH Ikhsan Abdullah. Ia menyoroti keras penggunaan diksi yang bernada merendahkan oleh Dahnil saat merespons pandangan Anwar Abbas terkait kebijakan penyedia layanan haji (syarikah) yang jumlahnya dipangkas dari delapan menjadi hanya dua perusahaan.

“Pembinaan adab dan akhlak wajib menjadi prioritas pembinaan pada masa Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” tegas KH Ikhsan Abdullah kepada wartawan, Sabtu (29/11/2025).

Masalah Serius Etika Pejabat di Ruang Publik

KH Ikhsan menilai persoalan adab dan akhlak di ruang publik, termasuk di kalangan pejabat, telah menjadi masalah serius dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut Indonesia bahkan tertinggal dalam hal etika berkomunikasi dibandingkan sejumlah negara maju.

“Bagaimana mereka memperlakukan alam dengan bijak, menjaga lingkungan dan kebersihan, termasuk menjaga adab dan akhlak dalam berbicara di ruang publik dan media sosial,” ujarnya menambahkan.

Pentingnya Keteladanan dan Bahasa Santun dari Pejabat

Sebagai Founder Indonesia Halal Watch (IHW), KH Ikhsan menekankan pentingnya keteladanan dari pejabat dan figur publik. Menurutnya, pilihan kata dan gaya komunikasi pejabat sangat berpengaruh terhadap sikap dan budaya masyarakat luas.

Halaman:

Komentar