Reshuffle Kabinet: Pratikno Dikabarkan Diganti, Prabowo Ingin Lepas dari Geng Solo?
Isu reshuffle kabinet Prabowo Subianto kembali mencuat. Nama Menteri Sekretaris Negara Pratikno dikabarkan termasuk salah satu yang akan diganti. Kabar ini memicu analisis politik terkait upaya Presiden Prabowo Subianto melepaskan diri dari persepsi pengaruh Geng Solo dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Analisis: Reshuffle Pratikno Sebagai Sinyal Kemandirian Prabowo
Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai isu pergantian menteri ini tidak bisa dilepaskan dari upaya Presiden Prabowo membentuk citra pemerintahannya yang mandiri. "Jika reshuffle terjadi, dan misalnya Menlu Retno Marsudi menggantikan Pratikno sebagai Menko PMK, ini menunjukkan Presiden Prabowo ingin membersihkan Geng Solo sekaligus mengirim pesan lepas dari bayang-bayang Jokowi," ujar Efriza, Rabu, 28 Januari 2026.
Pratikno Diasosiasikan Sebagai Orang Dekat Jokowi
Efriza menjelaskan, sosok Pratikno telah lama diidentikkan sebagai orang kepercayaan Jokowi. Bahkan, Jokowi sempat menyatakan hanya menitipkan nama Pratikno kepada Prabowo. "Karenanya, ini diperkirakan bukan sekadar bersih-bersih Geng Solo, tapi mengirimkan pesan politik bahwa Prabowo akan lebih mandiri dan tidak ingin direcoki," tuturnya.
Prabowo Diperkirakan Akan Andalkan Kader Gerindra
Lebih lanjut, Efriza menduga langkah ini juga menunjukkan sikap Prabowo yang lebih percaya pada orang-orang dekat dan kader partai pendukungnya, terutama Gerindra. Pergantian ini, jika terjadi, dinilai sebagai bentuk ketegasan dan kemandirian Prabowo Subianto dalam memimpin kabinet.
Isu reshuffle kabinet ini terus menjadi sorotan, menunggu keputusan resmi dari Presiden Prabowo Subianto mengenai komposisi menteri di pemerintahannya.
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Analisis Isu Penggantian Menlu Sugiono & Menko PMK
Reshuffle Kabinet Prabowo 2025: Nama Kandidat Baru & Isu Rotasi Menteri Terkini
Ahok Tantang Jaksa Periksa Jokowi untuk Bongkar Kasus Korupsi Pertamina Rp 285 Triliun
Pembangunan Infrastruktur Jokowi: Masif Tapi Belum Merata, Ini Kritik Dosen FISIP UI