Klaim Sistem Digital Pertamina yang Transparan
Meski dalam dakwaan disebutkan praktik ship chartering dan sewa Terminal BBM (TBBM) menimbulkan kerugian negara, Ahok mengklaim bahwa sistem digital Pertamina di eranya sangat transparan dan dapat ditelusuri secara detail.
"Saya bisa ikutin semua. Minyak ke mana, uang ke mana, sampai kapal delay berapa hari. Kalau ada yang ‘kencing’, saya bisa curiga," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Ahok Dorong Penyidikan Naik ke Level Pejabat Tertinggi
Ahok justru mendorong penuntut umum untuk tidak berhenti pada level teknis operasional. Ia menyarankan agar penyidikan ditingkatkan untuk mengungkap kasus ini secara lebih tuntas.
"Makanya saya bilang ke Pak Jaksa, kalau mau bongkar tuntas periksa sekalian Menteri BUMN. Bahkan Presiden bila perlu," ujar Ahok, merujuk pada Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Pernyataan Ahok dalam sidang korupsi Pertamina ini menyedot perhatian publik dan memunculkan pertanyaan besar mengenai tata kelola dan akuntabilitas di tubuh BUMN strategis tersebut.
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet Prabowo 2024: Juda Agung Wamenkeu, Sugiono Menko, dan Isu Pergantian Menkomdigi
Kritik Sejarawan JJ Rizal: Menteri Muda Era Revolusi vs Sekarang, Mana yang Lebih Matang?
KPK Minta Noel Ebenezer Buka Suara Soal Parpol K di Sidang, Bukan di Media
Menteri PU Dody Hanggodo Terbata-bata Dicecar DPR Soal Anggaran Bencana, Ini Kronologinya