Berbeda dengan gambaran tersebut, JJ Rizal melontarkan kritik pedas terhadap sosok Menteri Luar Negeri Sugiono yang juga berusia relatif muda. Menurut analisisnya, kemudaan Sugiono tidak diimbangi dengan kedalaman pemikiran dan kematangan sikap kenegarawanan yang memadai.
“Sekarang kita lihat menteri luar negeri yang muda, tampil necis, rapi, tapi lebih seperti ‘barbie’. Penampilan ada, tapi tidak terlihat sebagai pribadi yang matang dan bernas,” kritik sejarawan itu dengan tegas.
Jabatan Strategis Butuh Kapasitas Substansial
JJ Rizal menegaskan bahwa jabatan strategis seperti menteri luar negeri menuntut kapasitas yang jauh melampaui sekadar citra atau penampilan. Rekam jejak intelektual, keberanian moral, serta pemahaman mendalam tentang sejarah bangsa dan dinamika global adalah hal yang mutlak.
Perbandingan ini, menurutnya, penting untuk mengingatkan publik agar tidak terjebak pada glorifikasi usia muda dan tampilan luar semata. Penilaian harus kembali pada substansi dan kualitas kepemimpinan yang sesungguhnya.
“Masalahnya bukan muda atau tua, tapi matang atau tidak. Dan kematangan itu tidak bisa dibeli dengan jas necis,” pungkas JJ Rizal menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet Prabowo 2024: Juda Agung Wamenkeu, Sugiono Menko, dan Isu Pergantian Menkomdigi
Ahok di Sidang Korupsi Pertamina: Dorong Periksa Erick Thohir dan Jokowi untuk Ungkap Tuntas
KPK Minta Noel Ebenezer Buka Suara Soal Parpol K di Sidang, Bukan di Media
Menteri PU Dody Hanggodo Terbata-bata Dicecar DPR Soal Anggaran Bencana, Ini Kronologinya