Anies menambahkan bahwa dalam dunia yang kini multipolar, diplomasi harus proaktif dan membangun jembatan. Ia melihat Indonesia memiliki peran strategis sebagai jembatan antara negara menengah Barat dan Global South. Di tengah dunia yang makin terpecah, justru negara-negara menengah punya kesempatan membentuk tatanan baru yang lebih adil. Syaratnya, harus berani bergerak bersama,
tegasnya.
Prabowo Subianto dan Gagasan Global South
Seperti disinggung Fahri Hamzah, Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memang telah beberapa kali menyuarakan pentingnya peran Global South. Salah satunya saat kunjungan kerja ke Turki pada April 2025, di hadapan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Prabowo menegaskan, Kami harus menjadi kekuatan positif dan kekuatan penting di dunia Islam. Kami juga harus tampil, tanggung jawab kami, tanggung jawab kita berdua sebagai pemimpin dari global south, juga sebagai mitra strategis dalam tatanan global.
Pernyataan ini menunjukkan konsistensi wacana tentang peningkatan peran negara-negara Global South dalam politik internasional.
Istilah Global South sendiri merupakan pengembangan dari konsep Negara Dunia Ketiga, yang merujuk pada wilayah di luar Eropa dan Amerika Utara. Konsep ini semakin relevan dibahas dalam konteks dinamika kekuatan geopolitik global yang terus berubah.
Artikel Terkait
Dito Ariotedjo Ungkap Isi Kunjungan Jokowi ke Arab Saudi Saat Diperiksa KPK
KPK Periksa Mantan Menpora Dito Ariotedjo Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
KPK Periksa Eks Menpora Dito Ariotedjo, Terungkap Peran Kunci dalam Dugaan Korupsi Kuota Haji
PM Jepang Bubarkan DPR, Pemilu Februari 2026: Warganet RI Serukan Hal Sama