Dinamika lain yang mencuri perhatian adalah perubahan sikap aktivis Eggi Sudjana. Pasca pertemuan dengan Jokowi bersama Damai Hari Lubis (DHL), Eggi dikabarkan memecat sejumlah aktivis dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), termasuk Muslim Arbi yang mengaku masih menjabat sebagai Ketua TPUA.
Lebih lanjut, Muslim mengkritik sikap Eggi yang dinilai berbalik 180 derajat: dari yang semula keras menyerang Jokowi, menjadi memuji-muji dan justru menyerang Roy Suryo.
Indikasi Transaksi Politik?
Terkait isu dugaan transaksi politik di balik perubahan sikap tersebut, Muslim Arbi mengakui hal ini sulit dibuktikan secara hukum. Namun, ia menegaskan bahwa terdapat indikasi yang kuat.
"Dengan sikap Eggi yang balik menyerang Roy dan juga memecat para pejuang TPUA, itu cukup menjadi indikasi kuat bahwa Eggi dan tentu DHL telah 'dibeli' oleh Jokowi," tegas Muslim.
Proses Hukum Diprediksi Terus Berjalan
Di tengah segala dinamika tersebut, Muslim Arbi meyakini bahwa proses hukum terkait dugaan ijazah palsu Jokowi akan terus berjalan dan tidak mudah dihentikan. Ia menyatakan keyakinannya bahwa kebenaran kasus ini akan terbongkar dan publik tidak akan menerima kebohongan yang ditutup-tutupi.
Polemik ini terus menjadi perbincangan publik, menyoroti aspek hukum, politik, dan etika kepemimpinan di Indonesia.
Artikel Terkait
SBY Usul Sidang Darurat PBB Cegah Perang Dunia III, Ini Analisis & Ancaman Nuklir
Gerakan Rakyat Dukung Anies Baswedan Capres 2024, Target Jadi Partai Politik 2026
KPK Didesak Tetapkan Bos Maktour Fuad Masyhur Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
Gibran Santai Tanggapi Roasting Pandji di Mens Rea: Lucu, Nomor Satu di Netflix