SBY Peringatkan Ancaman Perang Dunia III, Usulkan Sidang Darurat PBB
Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan kekhawatiran mendalamnya terhadap arah dinamika geopolitik global yang semakin memanas. Mantan presiden yang dikenal dengan pengamatannya yang tajam ini mengaku diliputi kecemasan serius akan potensi pecahnya konflik berskala besar.
Kemiripan Kondisi dengan Jelang Perang Dunia I & II
SBY menilai situasi dunia saat ini memiliki banyak kemiripan dengan kondisi sebelum meletusnya Perang Dunia Pertama dan Kedua. Tanda-tanda mengarah pada konflik besar dinilainya semakin nyata, yang ditandai dengan beberapa faktor kunci.
Faktor-faktor tersebut antara lain munculnya pemimpin-pemimpin kuat dengan kebijakan agresif, pembentukan blok-blok persekutuan negara yang saling berseberangan, serta pembangunan kekuatan militer secara masif yang diiringi persiapan mesin ekonomi perang.
Peringatan SBY: Ruang Mencegah Perang Dunia Semakin Sempit
Melalui akun media sosial resminya, SBY secara terbuka mengungkapkan kegelisahannya. "Terus terang saya khawatir. Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga," tulisnya.
Meski percaya bahwa perang mengerikan tersebut masih bisa dicegah, SBY menekankan bahwa ruang dan waktu untuk pencegahan semakin menyempit dari hari ke hari. Ia mengingatkan bahwa sejarah sering mencatat kegagalan dunia dalam mengambil tindakan nyata meski tanda-tanda bahaya telah jelas.
Artikel Terkait
Gerakan Rakyat Dukung Anies Baswedan Capres 2024, Target Jadi Partai Politik 2026
Polemik Ijazah Jokowi 2026: Sidang PN Surakarta, Kesaksian Mantan Wakapolri, dan Perubahan Sikap Tokoh
KPK Didesak Tetapkan Bos Maktour Fuad Masyhur Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
Gibran Santai Tanggapi Roasting Pandji di Mens Rea: Lucu, Nomor Satu di Netflix