Budaya korupsi, tegas Siriana, sudah sedemikian luas dan mengakar. Oleh karena itu, ketika Menteri Purbaya menggulirkan agenda efisiensi fiskal dan penertiban anggaran, langkah tersebut secara otomatis mengenai jantung kepentingan para elite di berbagai lini kekuasaan. Inilah yang kemudian dinilai mengganggu kenyamanan dari sistem oligarkis tersebut.
Langkah Purbaya Melampaui Pembenahan Teknis
Lebih jauh, Siriana mencatat bahwa langkah Purbaya tidak berhenti pada pembenahan teknis internal Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan ini juga ikut menyoroti proyek strategis nasional seperti kereta cepat Whoosh dan terlibat dalam polemik dengan sejumlah tokoh politik ternama, termasuk Dedi Mulyadi dan Bahlil Lahadalia.
Ujian Loyalitas bagi Kabinet Prabowo
Dinamika yang terjadi ini pada akhirnya dianggap menguji loyalitas ganda yang dihadapi oleh Presiden Prabowo Subianto. Pasalnya, Purbaya sendiri mengeklaim bahwa semua tindakannya merupakan bagian dari perintah presiden. Situasi ini, menurut Siriana, akan menguji loyalitas orang-orang yang berada di dalam kabinet, lembaga negara, hingga level pemerintahan daerah.
Artikel Terkait
Pilkada Campuran: Kelebihan, Kekurangan, dan Ancaman Oligarki Menurut Prof. Didik J. Rachbini
KUHP Baru 2026: Ancaman Hukuman Penjara 3 Tahun untuk Penghinaan Presiden di Medsos
Menteri Keuangan Purbaya Tak Bisa Tidur Pantau APBN 2025, Defisit Diprediksi Melebar
Iwakum Kecam Teror pada Pegiat Medsos & Aktivis: Upaya Pembungkaman Kritik di Indonesia