Langkah Menteri Keuangan Purbaya Usik Kenyamanan Oligarki, Benarkah?
Kehadiran Menteri Keuangan Purbaya disebut-sebut mulai mengusik kenyamanan oligarki yang selama ini menjadi penopang utama struktur kekuasaan. Menurut pengamat politik, langkah-langkah yang diambilnya tidak hanya sebatas penataan anggaran, tetapi telah menyentuh akar kepentingan elite yang lama menikmati privilege dalam sistem yang korup.
Pandangan Pengamat Politik Terhadap Kebijakan Purbaya
Pengamat politik Gde Siriana Yusuf memberikan pandangannya. Ia menyatakan bahwa meski yang dibicarakan adalah persoalan anggaran dan kebijakan fiskal, tindakan Purbaya sarat dengan muatan politik. Hal ini terjadi karena kebijakannya menyentuh kepentingan dari sebuah sistem yang telah berjalan lama sebagai sistem korup.
Siriana menjelaskan bahwa sejak era pemerintahan Jokowi, kekuasaan bertumpu pada apa yang disebut sebagai oligarki hibrida. Oligarki ini merupakan kombinasi dari modal birokrasi, kekuatan partai politik, dan aparat, dengan kepolisian sebagai salah satu pilar penting. Struktur inilah yang menciptakan zona nyaman bagi para elite.
Artikel Terkait
Pilkada Campuran: Kelebihan, Kekurangan, dan Ancaman Oligarki Menurut Prof. Didik J. Rachbini
KUHP Baru 2026: Ancaman Hukuman Penjara 3 Tahun untuk Penghinaan Presiden di Medsos
Menteri Keuangan Purbaya Tak Bisa Tidur Pantau APBN 2025, Defisit Diprediksi Melebar
Iwakum Kecam Teror pada Pegiat Medsos & Aktivis: Upaya Pembungkaman Kritik di Indonesia